Jadwal praktikum Mikrobiologi

Gelombang II (25 – 27 Pebruari 2013)

WAKTU KELOMPOK
Sift I (14.00 – 18.00) I 39 – I44 dan G31 – G33
Sift II (18.15 – 22.30) D16 – D19 dan H37

Gelombang III ( 4 – 6 Maret 2013)

WAKTU KELOMPOK
Sift I (14.00 – 18.00) F25 – F30 dan G34 – G36
Sift II (18.15 – 22.30) E20 – E24

NB: kelompok H37 dan H38 digabung jadi 1 kelompok menjadi H37

Semua praktikan WAJIB membawa buku laporan yang sudah didownload dari blog MIKROBIOLOGI

Cover buku laporan adalah warna UNGU untuk membedakan buku laporan dengan  buku Penuntun Praktikum

Membawa kertas Kraft dan kertas label (per kelompok)

Buku penuntun praktikum kelas D,E,F,G,H dan I dapat diambil pada hari Kamis, 21 Pebruari 2013 di ruang asisten Mikrobiologi pada pukul 09.00 – 12.30 WIB

SURAT-SURAT MIKROBIOLOGI 2013

Bagi yang tadi sempat bermasalah dengan surat yang tidak bisa di download, Surat Mikrobiologi dapat di download di alamat link dibawah ini :

surat mikrobiologi

Penting untuk dibaca 

Praktikum Mikrobiologi yang dilaksanakan kali ini sangat berbeda dengan kebanyakan praktikum yang mengharuskan praktikan (pelaku praktikum) untuk steril dan terhindar dari kontaminasi agar pengamatan bakteri tidak terganggu, penggunaan alat dan penyediaan bahan harus terekam semua dalam administrasi oleh tim asisten praktikum begitu juga dengan perijinan dan pelanggaran yang terkait dengan pelaksanaan praktikum, mengingat jumlah praktikan mencapai lebih dari 400 mahasiswa. Maka diperlukan suatu sistem pencatatan yang sistematis agar nilai praktikan objektif dan tidak terdapat kemungkinan tertukar dengan praktikan lain.

Adapun peruntukan surat yaitu :

1. Surat Keterangan Terlambat Mengikuti Praktikum

Konsekuensi bagi yang terlambat : nilai pretest = 0

Konsekuensi bagi yang terlambat lebih dari 10 menit : nilai pretest = 0 dan mengerjakan tugas resume jurnal

(terlambat dalam artian sejak dimulainya praktikum)

2. Surat Keterangan Pindah Gelombang

Surat ini digunakan untuk pindah gelombang praktikum, akan diperbolehkan pindah jika alasan pindah karena suatu hal    akademis dan urusan keluarga yang mendesak.

3.  Surat Pinjam Alat (khusus koordinator kelompok)

Surat ini digunakan untuk meminjam alat dari tim asisten mikrobiologi jika terdapat kerusakan alat wajib mengganti alat     tersebut dan ditanggung oleh satu kelompok.

4. Surat Ambil Bahan (khusus koordinator kelompok)

Surat ini digunakan untuk mengambil bahan dan menambah bahan jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan praktikum

5. Surat Meninggalkan Praktikum

Surat ini digunakan untuk meninggalkan pelaksanaan praktikum dengan alasan yang jelas dan bertanggungjawab (misal :     sakit mendadak, mens tiada henti dll), jika tidak dapat menunjukkan bukti tersebut, maka praktikum yang telah dan akan     dilaksanakan dianggap tidak hadir dan berhak untuk mengulang praktikum pada semester berikunya.

6. Surat Keterangan Piket (khusus koordinator kelompok)

Surat ini digunakan sebagai bukti bahwa kelompok praktikan telah melaksanakan piket, karena praktikum mikrobiologi    dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut maka setiap selesei praktikum perwakilan kelompok harus ikut membantu membersihkan laboratorium. untuk pembagian perwakilan piket adalah sebagai berikut :

1. Hari ke 1 : 3 anak

2. Hari ke 2 : 3 anak

4. Hari ke 3 : 4 anak

setelah pelaksanaan piket mintalah paraf kepada asisten pendamping pada surat keterangan tersebut.

7. Lembar Asistensi

inilah yang membedakan praktikum mikrobiologi dengan praktikum lainnya yaitu adanya pendampingan setelah pelaksanaanpraktikum selama penyelesaian laporan praktikum. maksimal asistensi untuk tiap individu adalah 2 kali tatap muka dengan asisten pendamping. waktu asistensi ditentukan oleh asisten pendamping.

 

Mikroba dan Ruang Lingkupnya

A. Pengertian Mikroba
Jasad hidup yang ukurannya kecil sering disebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut sebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat dengan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang ukurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ), 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba
umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar.

B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimia. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umum, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang
lingkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacam-macam ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya.
C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup
Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat
kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mempunyai sifat antara plantae dan animalia.

Menurut teori evolusi, setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae  atau animalia. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh Haeckel, Whittaker, dan Woese. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya, Haeckel membedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia), dengan protista. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plantae dan animalia. Protista terdiri dari algae atau ganggang, protozoa, jamur atau fungi, dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler, sonositik, atau multiseluler tanpa diferensiasi jaringan.

Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingkat perkembangan, yaitu:

(1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (Divisio Monera)

(2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal, khamir dan protozoa (Divisio Protista)

(3) Jasad eukariotik multiseluler dan multinukleat yaitu Divisio Fungi, Divisio Plantae, dan Divisio Animalia.

Sedangkan Woese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul yang terdapat di dalam sel. Pembagiannya yaitu terdiri

(1) Arkhaebacteria

(2) Eukaryota (Protozoa, Fungi, Tumbuhan dan Binatang)

(3) Eubacteria.

buku dasar mikrobiologi LENGKAP download :

sumarsih07.files.wordpress.com/2007/12/buku-ajar-mikrobiologi.pdf

Sejarah Mikrobiologi

Penemuan Mikroba
Image

Definisi mikroba adalah sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme mikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani, mikros = kecil, bios = hidup dan logos = ilmu. Ilmuwan menyimpulkan bahwa mikroorganisme sudah dikenal lebih kurang 4 juta tahun yang lalu dari senyawa organik kompleks yang terdapat di laut, atau mungkin dari gumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai makhluk hidup pertama di bumi,  mikroorganisme diduga merupakan nenek moyang dari semua makhluk hidup.

Awal perkembangan ilmu mikrobiologi pada pertengahan abad 19 oleh beberapa ilmuwan dan telah membuktikan bahwa mikroorganisme berasal dari mikroorganisme sebelumnya bukan dari tanaman ataupun hewan yang membusuk. Selanjutnya ilmuwan membuktikan bahwa mikroorganisme bukan berasal dari proses fermentasi tetapi merupakan penyebab proses fermentasi, misalnya buah anggur menjadi minuman yang mengandung alkohol. Ilmuwan juga menemukan bahwa mikroba tertentu menyebabkan penyakit tertentu. Pengetahuan ini merupakan awal pengenalan dan pemahaman akan pentingnya mikroorganisme bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Awal abad 20 ahli mikrobiologi telah meneliti bahwa mikroorganisme mampu menyebabkan berbagai macam perubahan kimia baik melalui penguraian maupun sintesis senyawa organik yang baru. Hal inilah yang disebut dengan biochemial divesity atau keaneka ragaman biokimia yang menjadi ciri khas mikroorganisme. Disamping itu, yang penting lainnya adalah mekanisma perubahan kimia oleh mikroorganisme sangat mirip dengan unity in biochemistry yang artinya bahwa proses biokimia pada mikroorganisme adalah sama dengan proses biokimia pada semua makhluk hidup termasuk manusia. Bukti yang lebih baru menunjukkan bahwa informasi genetik pada semua organisme dari mikroba hingga manusia adalah DNA.

Pengambilan informasi genetika dari mikrorganisme karena sifatnya sederhana dan perkembangbiakan yang sangat cepat serta adanya berbagai variasi metabolisma. Saat ini mikroorganisme diteliti secara insentif untuk mengetahui dasar fenomena biologi.
Mikroorganisme juga merupakan sebagai sumber produk dan proses yang menguntungkan masyarakat, misalnya: alkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi dapat digunakan sebagai sumber energi. Strain-strain dari mikroorganisme yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetika dapat diterima. Sekarang insulin yang dibutuhkan manusia dapat diproduksi dalam jumlah tak terhingga oleh bakteri yang telah direkayasa. Mikroorganisme juga mempunyai potensi yang cukup besar untuk membersihkan lingkungan, misalnya: dari tumpukan minyak di lautan dipergunakan sebagai herbisida dan insektisida di bidang pertanian. Hal ini karena mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk mendekomposisi/menguraikan senyawa kimia komplek. Kemampuan
mikroorganisme yang telah direkayasa untuk tujuan tertentu menjadikan lahan baru dalam mikrobiologi industri yang dikenal dengan bioteknologi. Jika anda membaca tentang mikroorganisme anda akan menghargai, mengagumi mikroorganisme seperti bakteri, alga, protozoa dan virus merupakan organisme yang sering tidak terlihat. Beberapa diantaranya bersifat patogen bagi manusia, hewan maupun tumbuhan. Beberapa dapat menyebabkan lapuknya kayu dan besi. Tetapi banyak diantaranya berperan penting dalam lingkungan sebagai dekomposer. Beberapa diantaranya digunakan dalam menghasilkan (manufacture) substansi yang penting di bidang kesehatan maupun industri makanan.